Israel yang dalam bahasa Ibrani מדינת ישראל Medinat Yisra‘el, dan dalam bahasa Arab دولة إسرائيل Dawlat Isrā’īl merupakan sebuah negara di Timur Tengah yang dikelilingi Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir dan gurun pasir Sinai. Israel juga dikelilingi dua daerah Otoritas Nasional Palestina, Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Israel merupakan satu-satunya negara Yahudi di dunia dengan penduduk sekitar 7,28 juta jiwa.Selain Yahudi, terdapat juga beberapa kelompok etnis minoritas seperti etnis Arab yang berkewarganegaraan Israel. Di Israel juga terdapat beberapa agama lain seperti Muslim, Kristen, Druze, Samaria, dan lain-lain.
Awal Sejarah Israel
Menurut kitab Taurat, Tanah Israel dijanjikan kepada tiga Patriark Yahudi oleh Tuhan sebagai tanah air Yahudi. Sekitar abad ke-11 SM, beberapa kerajaan dan negara Israel didirikan disekitar Tanah Israel.
Antara periode Kerajaan-kerajaan Israel dan penaklukan Muslim abad ke-7, Tanah Israel jatuh di bawah pemerintahan Asiria, Babilonia, Persia, Yunani, Romawi, Sassania, dan Bizantium.
Keberadaan orang Yahudi di wilayah tersebut berkurang drastis setelah kegagalan Perang Bar Kokhba melawan Kekaisaran Romawi pada tahun 132, menyebabkan pengusiran besar-besaran Yahudi.
Pada tahun 628/9, Kaisar Bizantium Heraklius memerintahkan pembantaian dan pengusiran orang-orang Yahudi, mengakibatkan populasi Yahudi menurun lebih jauh lagi.
Tanah Israel direbut dari Kekaisaran Bizantium sekitar tahun 636 oleh penakluk muslim. Selama lebih dari enam abad, kontrol wilayah tersebut berada di bawah kontrol Umayyah, Abbasiyah, dan Tentara Salib sebelum jatuh di bawah Kesulatanan Mameluk pada tahun 1260.
Pada tahun 1516, Tanah Israel menjadi bagian dari Kesultanan Utsmaniyah, yang memerintah wilayah tersebut sampai pada abad ke-20.
Zionisme dan Mandat Britania
Pengusiran besar-besaran Yahudi atau yang biasa disebut Diaspora Yahudi, menyebabkan tersebarnya Yahudi ke berbagai negara. Pada permulaan abad ke-12, penindasan Yahudi oleh Katolik mendorong perpindahan orang-orang Yahudi Eropa kembali ke Tanah Suci. Dan perpindahan itu meningkatkan jumlah populasi Yahudi setelah pengusiran orang Yahudi dari Spanyol pada tahun 1492.
Selama abad ke-16, komunitas-komunitas besar Yahudi kebanyakan berpusat pada Empat Kota Suci Yahudi, yaitu Yerusalem, Hebron, Tiberias, dan Safed.
Pada pertengahan kedua abad ke-18, keseluruhan komunitas Hasidut yang berasal dari Eropa Timur telah berpindah ke Tanah Suci.
Imigrasi dalam skala besar, atau dikenal sebagai Aliyah Pertama (עלייה), di mulai pada tahun 1881, yaitu pada saat orang-orang Yahudi melarikan diri dari pogrom di Eropa Timur.
Pada tahun 1896, Theodor Herzl menerbitkan buku Der Judenstaat (Negara Yahudi), dan memaparkan visinya tentang negara masa depan Yahudi, Tahun berikutnya ia kemudian mengetuai Kongres Zionis Dunia pertama.
Aliyah Kedua (1904–1914) dimulai setelah terjadinya pogrom Kishinev. Sekitar 40.000 orang Yahudi kemudian berpindah ke Palestina.
Selama Perang Dunia I, Menteri Luar Negeri Britania Arthur Balfour mengeluarkan pernyataan yang dikenal sebagai Deklarasi Balfour, yaitu deklarasi yang mendukung pendirian negara Yahudi di tanah Palestina.
Atas permintaan Edwin Samuel Montagu dan Lord Curzon, disisipkan pula pernyataan “it being clearly understood that nothing shall be done which may prejudice the civil and religious rights of existing non-Jewish communities in Palestine, or the rights and political status enjoyed by Jews in any other country“.
Legiun Yahudi, batalion yang terdiri dari sukarelawan-sukarelawan Zionis, kemudian membantu Britania menaklukkan Palestina. Oposisi Arab terhadap rencana ini berujung pada Kerusuhan Palestina 1920 dan pembentukan organisasi Yahudi yang dikenal sebagai Haganah (Bahasa Ibrani : Pertahanan).
Pada tahun 1922, Liga Bangsa-Bangsa mempercayakan mandat atas Palestina kepada Britania Raya. Populasi wilayah ini pada saat itu secara dominan merupakan Arab muslim, sedangkan pada wilayah perkotaan seperti Yerusalem, secara dominan merupakan Yahudi.
Aliyah Ketiga (1919–1923) dan Aliyah Keempat (1924–1929), secara keseluruhan membawa 100.000 orang Yahudi ke Palestina. Setelah terjadinya kerusuhan Jaffa, Britania membatasi imigrasi Yahudi, dan wilayah yang ditujukan sebagai negara Yahudi dialokasikan di Transyordania.
Gerakan Nazi pada tahun 1930 menyebabkan Aliyah kelima (1929-1939) dengan masukknya seperempat juta orang Yahudi ke Palestina. Gelombang masuknya Yahudi secara besar-besaran ini menimbulkan Pemberontakan Arab di Palestina 1936-1939, memaksa Britania membatasi imigrasi dengan mengeluarkan Buku Putih 1939.
Sebagai reaksi atas penolakan negara-negara di dunia yang menolak menerima pengungsi Yahudi yang melarikan diri dari Holocaust, dibentuklah gerakan bawah tanah yang dikenal sebagai Aliyah Bet yang bertujuan untuk membawa orang-orang Yahudi ke Palestina.
Pada akhir Perang Dunia II, jumlah populasi orang Yahudi telah mencapai 33% populasi Palestina, meningkat drastis dari sebelumnya yang hanya 11% pada tahun 1922.
Kemerdekaan Israel
Setelah 1945, Britania Raya menjadi terlibat dalam konflik kekerasan dengan Yahudi. Pada tahun 1947, pemerintah Britania menarik diri dari Mandat Palestina, menyatakan bahwa Britania tidak dapat mencapai solusi yang diterima baik oleh orang Arab maupun Yahudi.
Badan PBB yang baru saja dibentuk kemudian menyetujui Rencana Pembagian PBB (Resolusi Majelis Umum PBB 18) pada 29 November 1947. Rencana pembagian ini membagi Palestina menjadi dua negara, satu negara Arab, dan satu negara Yahudi. Yerusalem ditujukan sebagai kota Internasional – corpus separatum – yang diadministrasi oleh PBB untuk menghindari konflik status kota tersebut.
Komunitas Yahudi menerima rencana tersebut, tetapi Liga Arab dan Komite Tinggi Arab menolaknya atas alasan kaum Yahudi mendapat 55% dari seluruh wilayah tanah meskipun hanya merupakan 30% dari seluruh penduduk di daerah ini. Pada 1 Desember 1947, Komite Tinggi Arab mendeklarasikan pemogokan selama 3 hari, dan kelompok-kelompok Arab mulai menyerang target-target Yahudi.
Perang saudara dimulai ketika kaum Yahudi yang mula-mulanya bersifat defensif perlahan-lahan menjadi ofensif. Ekonomi warga Arab-Palestina runtuh dan sekitar 250.000 warga Arab-Palestina diusir ataupun melarikan diri.
Pada 14 Mei 1948, sehari sebelum akhir Mandat Britania, Agensi Yahudi memproklamasikan kemerdekaan dan menamakan negara yang didirikan tersebut sebagai “Israel“. Sehari kemudian, gabungan lima negara Arab – Mesir, Suriah, Yordania, Lebanon dan Irak –menyerang Israel, menimbulkan Perang Arab-Israel 1948. Maroko, Sudan, Yemen dan Arab Saudi juga membantu mengirimkan pasukan.
Setelah satu tahun pertempuran, genjatan senjata dideklarasikan dan batas wilayah sementara yang dikenal sebagai Garis Hijau ditentukan. Yordania kemudian menganeksasi wilayah yang dikenal sebagai Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sedangkan Mesir mengontrol Jalur Gaza. Israel kemudian diterima sebagai anggota PBB pada tanggal 11 Mei 1949. Selama konflik ini, sekitar 711.000 orang Arab Palestina (80% populasi Arab) mengungsi keluar Palestina.
Pada masa-masa awal kemerdekannya, gerakan Zionisme buruh yang dipimpin oleh Perdana Menteri David Ben-Gurion mendominasi politik Israel. Tahun-tahun ini ditandai dengan imigrasi massal para korban yang selamat dari Holocaust dan orang-orang Yahudi yang diusir dari tanah Arab.
Populasi Israel meningkat dari 800.000 menjadi 2.000.000 dalam jangka waktu sepuluh tahun antara 1948 sampai dengan 1958. Kebanyakan pengungsi tersebut ditempatkan di perkemahan-perkemahan yang dikenal sebagai ma’abarot. Sampai tahun 1952, 200.000 imigran bertempat tingal di kota kemah ini.
Selama tahun 1950-an, Israel terus menerus diserang oleh militan Palestina yang kebanyakan berasal dari Jalur Gaza yang diduduki oleh Mesir.
Pada tahun 1956, Israel bergabung ke dalam sebuah aliansi rahasiaBritania Raya bersama dengan dan Perancis, yang betujuan untuk merebut kembali Terusan Suez yang sebelumnya telah dinasionalisasi oleh Mesir. Walaupun berhasil merebut Semenanjung Sinai, Israel dipaksa untuk mundur atas tekanan dari Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai ganti atas jaminan hak pelayaran Israel di Laut Merah dan Terusan Suez.
Pada tahun 1967, Mesir, Suriah, dan Yordania menutup perbatasannya dengan Israel dan mengusir pasukan perdamaian PBB keluar dari wilayah tersebut serta memblokade akses Israel terhadap Laut Merah.
Israel kemudian melancarkan serangan terhadap pangkalan angkatan udara Mesir karena takut akan terjadinya invasi oleh Mesir. Hal ini kemudian berujung pada Perang Enam Hari yang kemudian dimenangkan oleh Israel. Pada perang ini, Israel berhasil merebut Tepi Barat, Jalur Gaza, Semenanjung Sinai, dan Dataran Tinggi Golan.
Garis Hijau menjadi penanda batas antara wilayah administrasi Israel dengan Wilayah pendudukan Israel. Batas wilayah Yerusalem juga diperluas dengan memasukkan wilayah Yerusalem Timur. Sebuah undang-undang yang mengesahkan pemasukan wilayah ini kemudian ditetapkan. Hal ini kemudian berujung pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 478 yang menyatakan bahwa penetapan ini tidak sah dan melanggar hukum internasional.
Kegagalan negara-negara Arab pada perang tahun 1967 kemudian menyebabkan tumbuhnya gerakan kemerdekaan Palestina oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an, beberapa kelompok militer Palestina melancarkan berbagai gelombang serangan terhadap warga-warga Israel di seluruh dunia, termasuk pula pembunuhan atlet-atlet Israel pada Olimpiade München 1972. Israel membalas aksi tersebut dengan melancarkan Operasi Wrath of God (Kemarahan Tuhan). Pada operasi ini, orang-orang yang bertanggung jawab terhadap peristiwa München ini dilacak dan dibunuh.
Pada hari Yom Kippur 6 Oktober 1973 yang merupakan hari suci Yahudi, pasukan Mesir dan Suriah melancarkan serangan mendadak terhadap Israel. Perang tersebut berakhir pada tanggal 26 Oktober dengan Israel berhasil memukul balik pasukan Mesir dan Suriah. Walaupun demikian perang ini dianggap sebagai kekalahan Israel.
Pemilihan Knesset 1977 menandai terjadinya titik balik dalam sejarah perpolitikan Israel. Pada pemilihan ini, Menachem Begin yang berasal dari partai Likud mengambil alih kontrol pemerintahan dari Partai Buruh Israel. Pada tahun itu pula, Presiden Mesir Anwar El Sadat melakukan kunjungan ke Israel dan mengucapkan pidato di depan Knesset. Aksi ini dilihat sebagai pengakuan kedaulatan Israel yang pertama oleh negara Arab.
Dua tahun kemudian, Sadat dan Menachem Begin menandatangani Persetujuan Camp David dan Perjanjian Damai Israel-Mesir. Israel menarik mundur pasukannya dari semenanjung Sinai dan setuju untuk bernegosiasi membahas otonomi warga Palestina yang berada di luar Garis Hijau. Namun, rencana tersebut tidak pernah diimplementasi.
Pemerintahan Begin mendukung warga Israel untuk bermukim di Tepi Barat, mengakibatkan konflik dengan warga Palestina di daerah tersebut.
Pada tanggal 7 Juni 1981, Israel membom bardir reaktor nuklir Osirak milik Irak pada Operasi Opera. Badan intelijen Israel, Mossad, mencurigai reaktor nuklir tersebut akan digunakan Irak untuk mengembangkan senjata nuklir.
Pada tahun 1982, Israel melakukan intervensi pada Perang Saudara Lebanon untuk menghancurkan basis-basis serangan Organisasi Pembebasan Palestina di Israel Utara. Intervensi ini kemudian berkembang menjadi Perang Lebanon Pertama. Israel menarik pasukannya dari Lebanon pada tahun 1986. Intifada Pertama yang merupakan perlawanan rakyat Palestina terhadap pemerintahan Israel terjadi pada tahun 1987, menyebabkan terjadinya kekerasan di daerah pendudukan Israel.
Selama Perang Teluk 1991, PLO dan kebanyakan warga Palestina mendukung Saddam Hussein dan Irak dalam melancarkan serangan misil terhadap Israel.
Pada tahun 1992, Yitzhak Rabin menjadi Perdana Menteri Israel setelah memangkan pemilihan umum legislatif Israel 1992. Yitzhak Rabin dan partainya mendukung adanya kompromi dengan tetangga-tetangga Israel.
Tahun 1993, Shimon Peres dan Mahmoud Abbas, sebagai wakil Israel dan PLO, menandatangani Persetujuan Oslo. Persetujuan ini memberikan Otoritas Nasional Palestina hak untuk memerintah di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Selain itu, juga dinyatakan pula pengakuan hak Israel untuk berdiri dan menyerukan berakhirnya terorisme.
Pada tahun 1994, Perjanjian Damai Israel-Yordania ditandatangani, membuat Yordania menjadi negara Arab kedua yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.
Dukungan publik Arab terhadap persetujuan ini menurun setelah terjadinya peristiwa pembantaian umat muslim yang sedang bersembahyang di Masjid Ibrahimi oleh sekelompok ekstremis gerakan Kach. Selain itu, pemukiman warga Israel di daerah pendudukan yang masih berlanjut, serta menurunnya kondisi ekonomi Palestina juga menurunkan dukungan publik Arab.
Dukungan publik Israel terhadap persetujuan ini juga berkurang setelah terjadinya rentetan kasus bom bunuh diri yang dilakukan oleh hamas. Pembunuhan Yitzhak Rabin yang dilakukan oleh esktremis Yahudi ketika ia sedang meninggalkan sebuah pawai yang mendukung perdamaian dengan Palestina mengejutkan seluruh negeri.
Pada akhir 1990-an, Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu menarik mundur pasukannya dari Hebron dan menandatangai Memorandum Sungai Wye. Memorandum tersebut memberikan Otoritas Nasional Palestina kontrol yang lebih luas.
Peta perubahan wilayah Israel dan Palestina :

sumber :
- http://id.wikipedia.org/wiki/Israel
- http://id.wikipedia.org/wiki/Palestina
Sejarah palestina , Palestina dan israel , sejarah bangsa yahudi , peta negara palestina , israel palestina , sejarah palestin , kisah palestina , Sejarah israel Palestina , palestina israel , Sejarah bangsa israel
Posted: February 4, 2012 at 12:00 amDate : Wednesday, May 22, 2013 - Rabu, 22 Mei 2013
15 August 2010 , 11:53 am
Obama is largely powerless to stop it though; if he had said he opposed it, many in NYC, especially in Manhattan (the opposition is primarily in the outer boroughs) would have seen it as an unwanted intrusion into local issues.
[Reply]
19 November 2012 , 4:30 pm
yg membuat web pasti yahudi
[Reply]
ariefew Reply:
November 21st, 2012 at 8:35 am
namaku bukan Yahudi kok mas :p
[Reply]
sinai Reply:
November 29th, 2012 at 4:04 pm
Bung .anda ini sejarawan atau blogger doang…hati-hati lho memuat tulisan seperti di atas..
kalo tidak kompeten di ilmu sejarah ..JANGAN COBA-COBA memuat hal-hal yang anda sendiri tidak tahu ilmunya atau pengetahuannya seperti di atas …
dari penjelasan anda menjawab komentar aja sudah ketahuan…anda cuma copy paste dan membuat rangkuman…bukan karena anda tahu !!
Bung…orang gila aja bisa…ambil tulisan orang..tempel di blog…
dan kemungkinan anda juga termasuk GILA !!
[Reply]
19 November 2012 , 4:34 pm
mana ada dtengah negara-negara islam di timur tengah ada negara yang beragama selain islam…..israel bukan negara hanya pengungsi yg menjajah dan mengusir penduduk asli, di awal web ini aja sudah salah
[Reply]
true story Reply:
November 19th, 2012 at 11:19 pm
bagaimanapun juga sejarahnya memang begitu..
bangsa israel dulu paling terkenal, terbukti nabi Musa keturunan bangsa amor israel membawa kejayaan bangsa israel . sedangkan palestina berbeda dengan apa yang ditulis dengan dikitab suci kerajaan (filistin) itu pun sudah musnah
palestina sekarang merupakan suku campuran imigran yang datang ke daratan israel dengan melihat tanah nya sdh berkurang.. israel baru datang kembali ke tanah kelahiranya dan memerdekakan pada tahun 1948 .. itupun negara2 arab kalang kabut untuk menggagalkan kemerdekaan israel. kemudian bbrapa hari selanjutnya negara arab melakukan gencatan senjata terhadap israel .
tapi walau bagaimanapun dalam hal peperangan israel bersalah namun dalam sejarah memang itu hak israel
[Reply]
ariefew Reply:
November 21st, 2012 at 9:44 am
Nabi Ibrahim A.S dengan Siti Hajar mempunyai anak Nabi Ismail A.S (bapaknya bangsa Arab). Dan dengan Siti Sarah mempunyai anak Nabi Ishak A.S.
Nabi Ishak A.S. mempunyai 7 putra yang salah satunya adalah Nabi Yusuf A.S dan Nabi Yakub A.S. Nabi Yusuf A.S. terusir sampai ke Mesir akibat dengki saudara-saudaranya, dan sampai akhirnya bisa menjadi bendahara kerajaan Mesir.
Ketika masa paceklik, Nabi Ya’qub A.S. bermigrasi ke Mesir dan bertemu dengan Nabi Yusuf A.S. Inilah awal kisah Bani Israel yang beranak pinak semakin membesar.
Nabi YaKub A.S mempunyai 12 putra (QS2:133) dan nama Yahudi diambil dari nama putra ke-4 Nabi Ya’kub yakni Yehuda/ Yehuza yang merupakan pemimpin bagi 11 anak lainnya.
[1200 SM – 1100 SM] Nabi Musa A.s. mimpin bangsa Israel mninggalkan Mesir, mengembara di gurun Sinai menuju tanah yg dijanjikan
{QS 5:24] Bangsa Israel diperintah untuk memasuki tanah Filistin (Palestina), bangsa Israel membandel. Akibatnya, mereka dikutuk oleh Allah Swt dan hanya berputar-putar saja di sekitar Palestina
[1000 SM – 922 SM] Nabi Daud A.S.(anak Nabi Musa A.S.) mengalahkn Goliath (Jalut, Qur’an) dari Filistin. Palestina berhasil direbut. Nabi Daud A.S dijadikan raja. Wilayah kerajaannya membentang dari tepi sungai Nil hingga sungai Efrat di Iraq.
Kepemimpinan Daud A.s. diteruskan oleh anaknya Nabi Sulaiman A.S. dan Masjidil Aqsa pun dibangun.
[922 SM – 800 SM] Sepeninggal Sulaiman A.s., Israel dilanda perang saudara yang berlarut-larut, hingga akhirnya kerajaan itu terbelah menjadi dua, yakni bagian Utara bernama Israel beribukota Samaria dan Selatan bernama Yehuda beribukota Yerusalem.
[800 SM – 600 SM] Karena kerajaan Israel sudah terlalu durhaka kepada Allah SWT maka kerajaan tersebut dihancurkan oleh Allah Swt melalui penyerangan kerajaan Asyiria. (QS 5:70)
600 SM – 500 SM
Kerajaan Yehuda dihancurkan lewat tangan Nebukadnezar dari Babylonia. Dalam Injil Kitab Raja-raja ke-2 23:27 dinyatakan bahwa mereka tidak mempunyai hak lagi atas Yerusalem. Mereka diusir dari Yerusalem dan dipenjara di Babylonia.
[500 SM – 400 SM] Cyrus Persia meruntuhkan Babylonia dan mengijinkan bangsa Israel kembali ke Yerusalem.
[330 SM – 322 SM] Israel diduduki Alexander Agung dari Macedonia (Yunani). Ia melakukan hellenisasi terhadap bangsa-bangsa taklukannya. Bahasa Yunani menjadi bahasa resmi Israel, sehingga nantinya Injil pun ditulis dalam bahasa Yunani dan bukan dalam bahasa Ibrani.
[300 SM – 190 SM] Yunani dikalahkan Romawi. Maka Palestina pun dikuasai imperium Romawi.
[1 – 100 M] Nabi Isa A.S lahir, kemudian menjadi pemimpin gerakan melawan penguasa Romawi. Namun selain dianggap subversi oleh penguasa Romawi, ajaran Nabi Isa A.S sendiri ditolak oleh para Rabbi Yahudi. Namun setelah Nabi Isa tiada, bangsa Yahudi memberontak terhadap Romawi juga akhirnya.
PERTANYAANNYA:
Apa Nabi-Nabi Islam di atas bukan Bangsa Yahudi/ Israel ?
Apa kerajaan-kerajaan di atas bukan Bangsa Israel dan bukan kerajaan Islam ?
[Reply]
20 November 2012 , 3:34 pm
Israel itu adalah bangsa tertua……Israel itu dahulu bernama Yakub……yg kemudian Allah merubah namanya menjadi Israel yg menjelajah ketanah garis keturunan Ismail.. Israel mencari tanah yg dijanjikan Allah.. Israel juga bangsa yg tegar tengkuk…melawan Allah..
[Reply]
24 November 2012 , 8:26 pm
Sepertinya konflik israel – palestina bukanlah konflik agama. Coba simak apa yg di katakan oleh Dubes Palestina untuk Indonesia di http://www.pedomannews.com/asia-afrika-australia/9090-mehdawi-50-penduduk-palestina-beragama-yahudi
“Di Palestina 50% penduduknya beragama Yahudi dan sisanya beragama Kristen dan Muslim yang berada di daerah Tepi Barat dan Yerusalem,”
Bahkan anggota IDF (ISrael Defense Force) yang membunuh orang palestina ada yang MUSLIM. Jadi ini bukan konflik agama.
Ini murni konflik suku bangsa (Suku bangsa Israel dan Suku bangsa Arab yg di Palestina).
Dari dulu tidak ada disebutkan negara Palestina, melainkan negara Israel. Istilah Palestina muncul sejak penjajahan Romawi (klo ndak salah… maaf agar payah sejarah..).
Itulah sebabnya orang Yahudi berusaha untuk menguasai kembali seluruh tanah yang dulunya milik Israel (suku bangsa Yakub).
Sebaiknya orang keturunan Arab yg ada di Palestina kembali saja ke asal mereka supaya aman, dan berhenti memperjuangkan tanah Ibrani yg bukan milik mereka.
[Reply]
19 December 2012 , 11:26 pm
Perlu diketahui bahwa beberapa nabi-nabi adalam ajaran agama Islam memang seorang keturunan bangsa (bani) Israel dan mereka memang diutus untuk bangsa Israel. Akan tetapi, para nabi tersebut bukanlah seorang yahudi, karena bangsa Israel menamai kepercayaan mereka menjadi yahudi pada saat mereka sudah melanggar hukum-hukum Allah SWT seperti pelarangan beberapa hal di hari sabat (sabtu) dan juga pembunuhan para nabi-nabi, seperti Nabi Zakariya AS dan Nabi Yahya AS. Pada intinya adalah kaum Yahudi merupakan kaum yang membelot pada ajaran-ajaran nabi bahkan tuhan tentang keesaan tuhan (tauhid). Untuk menjawab yang yang tentang kerajaan-kerajaan Israel, Kerajaan-kerajaan tersebut memang kerajaan bangsa Israel. Akan tetapi, kerajaan tersebut tidak dapat dibilang kerajaan Yahudi, karena dipimpin oleh Para Nabi-Nabi yang mengajarkan Tauhid. Tanah di Palestina tersebut juga bukanlah tanah yang dijanjikan kepada Umat Yahudi, akan tetapi bangsa Israel yang terdahulu yaitu pada zaman Nabi Musa, Daud, Sulaiman. Tujuan mereka sebenarnya adalah mereka ingin mengubah takdir, yaitu raja yang mereka tunggu-tunggu yaitu Dajjal akan dibunuh oleh Nabi Isa AS di masjidil Aqsa. Oleh karena itu mereka berusaha untuk merobohkannya dari bawah tanah. Pasukan dari Palestina memang tidak hanya dari umat muslim, tetapi juga kaum nasrani. Mereka bersatu untuk menghadapi zionis Israel.
[Reply]
8 January 2013 , 10:29 am
di sana emang ada agama selain islam , dan disana kehidupannya sgt enak , bahkan masjid dan gereja bersebelahan dan tdk terjadi persaingan , saya sudah pernah kesana
its awesome
[Reply]
21 March 2013 , 11:51 pm
selamat atas berdirinya negara Palestina semoga saudaraku berhasil merebut kembali wilayah anda yang dirampas oleh zionis isrel
[Reply]
21 March 2013 , 11:54 pm
Rakyat Indonesia Cinta damai tetapi lebih cinta kepada kemerdekaan, dan juga rakyat palestina kami rasa sama dengan Rakyat Indonesia dan rakyat Indonesia tak segan segan mendukung Palestina menjadi Negara yang bermartabat berdaulat
[Reply]
15 May 2013 , 3:58 am
Israel hanyalah bangsa yang serakah,,,mereka tega mengambil hak orang lain tanpa memandang cara,,,,,
[Reply]